Lentigo adalah bintik berpigmen kecil pada kulit dengan tepi yang jelas. Lentigos merupakan kelainan kulit yang berhubungan dengan penuaan dan paparan radiasi ultraviolet matahari. Lesi biasanya muncul pada area yang paling sering terkena sinar matahari, terutama pada tangan, wajah, bahu, lengan, dahi, serta kulit kepala pada orang yang botak.
Pada sebagian besar kasus, lentigo tidak menimbulkan ancaman dan tidak memerlukan pengobatan, meskipun terkadang dapat mengaburkan deteksi kanker kulit. Meskipun merupakan kondisi jinak yang tidak mengancam jiwa, lentigo kadang dianggap tidak estetis dan dihilangkan.
12 pasien menjalani perawatan menggunakan low‑fluence QS Nd:YAG laser, dengan jumlah sesi berkisar antara 5 hingga 12 (pulse duration of 5 to 10 nanoseconds, an 8 mm spot size, and a fluence of 0.8 to 2.0 J/cm²). Penggunaan laser low‑fluence 1064 Nd:YAG secara berulang dapat menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk senile lentigo. All 12 patients were treated in 5 to 12 sessions with low-fluence QS Nd:YAG laser, pulse duration of 5∼10 nsec, spot size of 8 mm, and fluence of 0.8∼2.0 J/cm2. Repetitive low fluence 1064 Nd:YAG laser treatment may be an effective and safe optional modality for senile lentigo.
Masalah pigmentasi sering kali ditemui di layanan kesehatan primer. Beberapa kondisi kulit yang menyebabkan kulit menjadi gelap meliputi post‑inflammatory hyperpigmentation, melasma, sun spots, freckles, dan café au lait spots. Pigmentation problems are often noticed in primary care. Typical types of darkening skin conditions include post-inflammatory hyperpigmentation, melasma, sun spots, freckles, and café au lait spots.
Pada sebagian besar kasus, lentigo tidak menimbulkan ancaman dan tidak memerlukan pengobatan, meskipun terkadang dapat mengaburkan deteksi kanker kulit. Meskipun merupakan kondisi jinak yang tidak mengancam jiwa, lentigo kadang dianggap tidak estetis dan dihilangkan.
○ Perlakuan
#QS532 laser